BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Tanaman
pisang merupakan tanaman yang banyak manfaatnya dan mempunyai potensi
nilai ekonomi
yang cukup tinggi. Sebagian besar masyarakat seruyan hanya memanfaatkan buah dan daun pisang saja. Selain untuk di
konsumsi langsung, buah pisang juga dijadikan bahan baku olahan industri. Daun juga sering dimanfaatkan
oleh masyarakat sebagai pembungkus makanan, alas makanan, dan sebagainya.
Setelah pohon tidak berbuah lagi, pohon pisang atau pelepah pisang cenderung tidak dimanfaatkan. Pada umumnya pelepah pisang yang
telah
mengering dibuang begitu saja dan dianggap sebagai sampah. Hal ini bisa menimbulkan dampak pencemaran lingkungan
karena akan semakin banyak limbah lingkungan hidup. Limbah tak selamanya menjadi bahan yang tidak berguna. Ditangan orang yang kreatif, limbah pelepah pisang bisa menjadi lahan bisnis yang potensial, kemudian
muncul ide untuk mengadakan pelatihan
pembuatan keterampilan yang akan
di kembangkan
menjadi kerajinan tangan yang memiliki bahan baku yang sangat mudah diperoleh. Pemanfaatan
dan
pengolahan kerajinan tangan pelepah
pisang menjadi kerajinan sendal, kotak
pensil,
dan kap lampu. Dengan bahan, peralatan
dan
penerapan teknologi yang sederhana, produk yag akan dihasilkan memiliki nilai jual tinggi. Oleh karena itu, pemanfaatan kerajinan tangan berbahan dasar pelepah pisang
diharapkan dapat meningkatkan perekonomian
masyarakat kabupaten Seruyan dengan lebih produktif mengembangkan kreatifitas
dari limbah pelepah pisang tersebut.
B. Tujuan
Tujuan disusunnya laporan ini adalah sebagai berikut:
- Sebagai bentuk pertanggung jawaban atau akuntabilitas dari kegiatan pelatihan yang telah dilaksanakan
- Sebagai wujud pengabdian masyarakat Dosen dan mahasiswa Fakultas Bisnis Prodi D-3 Akuntansi Universitas Darwan Ali Kuala Pembuang dengan mengadakan pelatihan kepada masyarakat khususnya yang berada di Desa Tanggul Harapan.
BAB II METODE PELAKSANAAN
Pelatihan
pembuatan produk dan kerajinan yang dilaksanakan pada :
Hari / tanggal : Sabtu, 15 Agustus 2016
Pukul : 08.00 – selesai
Tempat : Balai Desa Tanggul Harapan
Peserta : 30 orang
B. Materi pelatihan
Materi pelatihan
yang diberikan adalah cara-cara
pembuatan
kerajinan tangan pelepah pisang menjadi tempat pensil, sandal, dan figura foto
C. Alasan penentuan materi
Pisang merupakan salah satu tanaman penduduk Desa Tanggung Harapan yang juga merupakan mata pencaharian sehari hari masyarakat.
D.
Metode Penyampaian Materi
Materi
disampaikan dengan beberapa tahap, pertama sambutan dan pengenalan
identitas mahasiswa, kemudian dilanjutkan dengan pendahuluan materi
yang berisi tentang pengolahan karamunting serta langkah-langkah pembuatannya. Selanjutnya dilaksanakan
praktek langsung pembuatan kerajinan
pelepah pisang sesuai
dengan tahapan yang telah
disampaikan.Dalam tahap akhir pelatihan, disampaikan evaluasi langsung bagi ibu
pembimbing terkait materi dan praktek yang telah dilaksanakan serta diberi dorongan agar ibu-ibu dapat melaksanakan pembuatan pembuatan kerajinan pelepah pisang sendiri.
E. Tahapan Pelaksanaan Pelatihan
Tahapan
pelaksanaan yang dilakukan
dalam pelatihan
adalah
: pra perencanaan,
perencanaan, pelaksanaan, dan terakhir evaluasi serta pelaporan kegiatan.
F. Indikator keberhasilan
Indikator
keberhasilan kegiatan pelatihan
didasarkan pada
beberapa
aspek yaitu : tahapan kegiatan, jumlah kehadiran peserta, ketepatan waktu, partisipasi peserta, penyampaian materi dalam
kegiatan, pengelolaan anggaran, sikap dan
pengetahuan
peserta pasca pelatihan.
BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Waktu
Waktu,
kehadiran
dan partisipasi peserta pelatihan pelaksanaan kegiatan yang
sejatinya dijadwalkan pada pukul
08:00 wib, mundur menjadi
08:30 wib karna beberapa
alasan salah satunya dikarnakan
oleh cuaca yang tidak
mendukung dan ibu-ibu harus datang
terlambat .Sedangkan untuk jumlah
peserta ketika acara dimulai sebanyak 25
orang belum
termasuk Kepala Desa beserta Stafnya.
Sementara untuk partisipasi peserta terhadap acara pelatihan sangat bagus karna sebelumnya
mereka belum pernah ada yang melakukan pembuatan kerajinan pelepah pisang.
B. Tahapan kegiatan pelatihan pra perencanaan
Pelaksanaan kegiatan diawali dengan persiapan pra perencanaan terkait
penataan judul pelatihan, dan pendekatan dan
penentuan rencang bangun pelatihan
serta survey pendahuluann ketua tim
ke desa, ke kelompok tani dan ke balai penyuluhan pertanian kec.
Seruyan.
C. Perencanaan
Perencanaan
yang dilakukan terkait
dengan beberapa kegiatan yaitu: penetapan waktu dan tempat kegiatan, jumlah peserta, susunan panitia pelatihan, pembuatan undangan, materi, metode penyampaian materi, jumlah materi dalam
satuan mata pelatihan, kebutuhan alat dan bahan serta penentuan jumlah
anggaran yang dibutuhkan. Selain itu juga
dipertimbangkan penggunaan kendaraan dan waktu berangkat ke tempat pelatihan tersebut dilaksanakan.
D.
Pelaksanaan
Tutor tim
pelaksana hadir di lokasi pada pukul 07.00 WIB, langsung membantu
menata tempat acara pelatihan. Dalam pelaksanaan kegiatan
tim mendapat tugas masing-
masing yang
telah
sesuai dengan kesepakatan
yang dibuat
dalam proses
perencanaan, rincian tugas
anggota tim dalam pelaksanaan pelatihan masyarakat desa Tanggul Harapan.
E. Evaluasi dan laporan.
Evaluasi yang dilakukan adalah evaluasi langsung materi pelatihan masyarakat, dan
evaluasi
keseluruhan
tahapan kegiatan yang dilaksanakan
oleh tim, sedangkan laporan
disusun setelah tahapan kegiatan evaluasi dilaksanakan.
F. Penutupan Acara Pelatihan
Kegiatan yang dilakukan selama penutupan acara adalah sebagai berikut: ucapan penutupan dan permohonan maaf, terdapat kesalahan atau
kedatangan
kami dalam
melakukan kegiatan pembuatan
kerajinan tangan pelepah pisang telah menyita waktu
pekerjaan para peserta dan berpamitan kepada peserta kegiatan dan Kades.
G.
Evaluasi Terhadap Keseluruhan Kegiatan
Evaluasi
terhadap keseluruhan kelompok dilakukan dalam
dua
tahap. Pertama
dilakukan langsung setelah acara selesai
dan dilakukan di Universitas Darwan Ali Kuala
pembuang oleh seluruh
anggota tim, yang kedua memberikan bantuan penjelasan jika ada sekelompok masyarakat yang ingin membuka usaha kerajinan tangan pelepah pisang.
Indikator Keberhasilan biasanya berdasarkan beberapa Asumsi-asumsi dan juga
berdasarkan kegiatan pelatihan yang dilaksanakan maka dapat disusun beberapa Indikator keberhasilan
kegiatan, yang disusun
pada beberapa asumsi seperti, perencanaan, manajemen
tim, partisipasi peserta,
penyampaian materi dalam kegiatan, pengololaan anggaran dan sikap dan pengetahuan peserta pasca pelatihan.
H.
Kelebihan,
Kelebihan dari pelaksanaan kegiatan pelatihan pembuatan produk pengolahan
dengan bahan dasar kulit pisang ini adalah:
· Pembagian tugas terperinci dan jelas
· Alat dan bahan yang digunakan memadai
· Pemateri memiliki kemampuan dan pengalaman dalam menyampaikan materi
pelatihan
- Kemampuan pengelolaan keuangan yang baik
- Survey pendahuluan yang dilakukan oleh ketua tim, langsung menyentuh
keseluruhan atau representasi anggota masyarakat untuk mengikuti
kegiatan tersebut.
- Pada saat pelatihan dilaksanakan, masyarakat begitu antusias mengikuti pelatihan tersebut. terutama dalam kegiatan praktek pengolahan,
masyarakat begitu
bersemangat
untuk melihat dan turut serta berpartisipasi melakukan pengolahan.
- Dana yang tersedia sangat terbatas.
- Waktu pelaksanaan terbatas
sehingga hanya mampu membuat beberapa kerajinan
pelepas
pisang.
Lokasi kegiatan jauh dan tidak dapat melalui jalan darat
Transportasi hanya melalui air dengan alat transportasi Longboat
BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan uraian pada pembahasan laporan ini, maka dapat disimpulkan beberapa hal yaitu:
· Kegiatan secara umum berjalan dengan lancar, karena seluruh tahapan pelaksanaan
kegiatan dari pra perencanaan sampai evaluasi pelatihan dilaksanakan dengan baik.
· Jumlah anggaran yang terbatas
dapat dikelola dengan baik sehingga tidak menjadi masalah dalam pelatihan.
· Pembagian tugas dalam tim jelas
sehingga setiap anggota tim memiliki tugas dan
tanggung jawab yang jelas dalam pelaksanaannya dan berdasarkan kompetensi yang
dimiliki.
· Antusiasme dan partisipasi peserta sangat baik dan sangat tertarik dengan kegiatan
tersebut.
Beberapa saran yang disampaikan baik bagi anggotan tim adalah sebagai berikut: Survey pendahuluan yang dilakukan sebaiknya dilakukan lebih komperhensif, terutama terkait dengan karakter anggota kelompok sebenarnya.
·
Penggunaan waktu yang disediakan lebih baik, sehingga beberapa kegiatan penting
dapat terlaksana secara maksimal.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar