Minggu, 07 April 2019

Pelatihan Pengolahan dan Pemanfaatan Pelepah Pisang Desa Tanggul Harapan





 BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
        Tanaman   pisang   merupakan   tanaman   yang   banyak   manfaatnya   dan mempunyai  potensi nilai  ekonomi  yang   cukup  tinggi.  Sebagian   besar  masyarakat seruyan hanya memanfaatkan buah dan daun pisang saja. Selain untuk di konsumsi langsung, buah pisang juga dijadikan bahan baku olahan industri. Daun juga sering dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai pembungkus makanan, alas makanan, dan sebagainya.
      Setelah pohon tidak berbuah lagi, pohon pisang atau pelepah pisang cenderung tidak dimanfaatkan. Pada umumnya pelepah pisang yang telah mengering dibuang begitu saja dan dianggap sebagai sampah. Hal ini bisa menimbulkan dampak pencemaran lingkungan karena akan semakin banyak limbah lingkungan hidup. Limbah tak selamanya menjadi bahan yang tidak berguna. Ditangan orang yang kreatif, limbah pelepah pisang bisa menjadi lahan bisnis yang potensial, kemudian muncul ide untuk mengadakan pelatihan pembuatan keterampilan yang akan di kembangkan menjadi kerajinan tangan yang memiliki bahan baku yang sangat mudah diperoleh. Pemanfaatan dan pengolahan kerajinan tangan  pelepah  pisang  menjadi  kerajinan  sendal,  kotak  pensil,  dan kap lampu. Dengan bahan, peralatan dan penerapan teknologi yang sederhana, produk yag akan dihasilkan memiliki nilai jual tinggi. Oleh karena itu, pemanfaatan kerajinan tangan berbahan dasar  pelepah  pisang  diharapkan  dapat  meningkatkan  perekonomian  masyarakat kabupaten Seruyan dengan lebih produktif mengembangkan kreatifitas dari limbah pelepah pisang tersebut.



B.  Tujuan


Tujuan disusunnya laporan ini adalah sebagai berikut:

  • Sebagai bentuk pertanggung jawaban atau akuntabilitas dari kegiatan pelatihan yang telah dilaksanakan   
  • Sebagai wujud pengabdian masyarakat Dosen dan mahasiswa Fakultas Bisnis Prodi D-3  Akuntansi Universitas Darwan Ali Kuala Pembuang dengan mengadakan pelatihan kepada masyarakat khususnya yang berada di Desa Tanggul Harapan.
 
BAB II METODE PELAKSANAAN

Pelatihan pembuatan produk dan kerajinan yang dilaksanakan pada : Hari / tanggal :  Sabtu, 15 Agustus 2016
Pukul              :  08.00 selesai
Tempat           :  Balai Desa Tanggul Harapan
Peserta           :  30 orang


B.  Materi pelatihan
Materi  pelatihan  yang  diberikan  adalah  cara-cara  pembuatan  kerajinan  tangan pelepah  pisang menjadi tempat pensil, sandal, dan figura foto
         C.  Alasan penentuan materi 
             Pisang merupakan salah satu tanaman penduduk Desa Tanggung Harapan yang juga            merupakan mata pencaharian sehari hari masyarakat.
              


         D.  Metode Penyampaian Materi
Materi disampaikan dengan beberapa tahap, pertama sambutan dan pengenalan identitas mahasiswa, kemudian dilanjutkan dengan pendahuluan materi yang berisi tentang pengolahan karamunting  serta langkah-langkah pembuatannya.  Selanjutnya dilaksanakan praktek langsung pembuatan kerajinan pelepah pisang sesuai dengan tahapan yang telah disampaikan.Dalam tahap akhir pelatihan, disampaikan evaluasi langsung bagi ibu pembimbing terkait materi dan praktek yang telah dilaksanakan serta diberi dorongan agar ibu-ibu dapat melaksanakan pembuatan pembuatan kerajinan pelepah pisang sendiri.



E.  Tahapan Pelaksanaan Pelatihan
Tahapan pelaksanaan yang dilakukan dalam pelatihan adalah : pra perencanaan, perencanaan, pelaksanaan, dan terakhir evaluasi serta pelaporan kegiatan.



F.  Indikator keberhasilan
Indikator  keberhasilan  kegiatan  pelatihan  didasarkan  pada  beberapa  aspek  yaitu  : tahapan kegiatan, jumlah kehadiran peserta, ketepatan waktu, partisipasi peserta, penyampaian materi dalam kegiatan, pengelolaan anggaran,  sikap dan pengetahuan peserta pasca pelatihan.
 
BAB III
                                                HASIL DAN PEMBAHASAN


A.  Waktu


Waktu,   
kehadiran  dan  partisipasi  peserta  pelatihan  pelaksanaan  kegiatan  yang
sejatinya dijadwalkan pada pukul 08:00 wib, mundur menjadi 08:30 wib                 karna  beberapa alasan salah satunya dikarnakan oleh cuaca yang tidak                  

                               mendukung dan ibu-ibu harus datang terlambat .Sedangkan untuk jumlah 

 peserta ketika acara dimulai sebanyak 25   orang belum
termasuk Kepala Desa beserta Stafnya.
Sementara untuk partisipasi peserta terhadap acara pelatihan sangat bagus karna sebelumnya mereka belum pernah ada yang melakukan pembuatan kerajinan pelepah pisang.



B.  Tahapan kegiatan pelatihan pra perencanaan
Pelaksanaan kegiatan diawali dengan persiapan pra perencanaan terkait  penataan judul pelatihan, dan pendekatan dan penentuan rencang bangun pelatihan serta survey pendahuluann ketua tim ke desa, ke kelompok tani dan ke balai penyuluhan pertanian kec. Seruyan.



C.  Perencanaan
Perencanaan  yang  dilakukan  terkait  dengan  beberapa  kegiatan  yaitu:  penetapan waktu dan tempat kegiatan, jumlah peserta, susunan panitia pelatihan, pembuatan undangan, materi, metode penyampaian materi, jumlah materi dalam satuan mata pelatihan, kebutuhan alat dan bahan serta penentuan jumlah anggaran yang dibutuhkan. Selain itu juga dipertimbangkan penggunaan kendaraan dan waktu berangkat ke tempat pelatihan tersebut dilaksanakan.



D.  Pelaksanaan
Tutor tim pelaksana hadir di lokasi pada pukul 07.00 WIB, langsung membantu menata tempat acara pelatihan. Dalam pelaksanaan kegiatan tim mendapat tugas masing- masing  yang  telah  sesuai  dengan  kesepakatan  yang  dibuat  dalam  proses  perencanaan, rincian tugas anggota tim dalam pelaksanaan pelatihan masyarakat desa Tanggul Harapan.

         


E.  Evaluasi dan laporan.
Evaluasi yang dilakukan adalah evaluasi langsung materi pelatihan masyarakat, dan evaluasi keseluruhan tahapan kegiatan yang dilaksanakan oleh tim, sedangkan laporan disusun setelah tahapan kegiatan evaluasi dilaksanakan.



F.  Penutupan Acara Pelatihan
Kegiatan yang dilakukan selama penutupan acara adalah sebagai berikut: ucapan penutupan  dan  permohonan  maaf,   terdapat  kesalahan  atau  kedatangan  kami  dalam melakukan kegiatan pembuatan kerajinan tangan pelepah pisang telah menyita waktu pekerjaan para peserta dan berpamitan kepada peserta kegiatan dan Kades.



G.  Evaluasi Terhadap Keseluruhan Kegiatan
Evaluasi terhadap keseluruhan kelompok dilakukan dalam dua tahap. Pertama dilakukan langsung setelah acara selesai dan dilakukan di Universitas Darwan Ali Kuala pembuang oleh seluruh anggota tim, yang kedua memberikan bantuan penjelasan jika ada sekelompok masyarakat yang ingin membuka usaha kerajinan tangan pelepah pisang.
Indikator Keberhasilan biasanya berdasarkan beberapa Asumsi-asumsi dan juga berdasarkan kegiatan pelatihan yang dilaksanakan maka dapat disusun beberapa Indikator keberhasilan kegiatan, yang disusun pada beberapa asumsi seperti, perencanaan, manajemen tim,  partisipasi peserta,  penyampaian  materi dalam kegiatan,  pengololaan anggaran dan sikap dan pengetahuan peserta pasca pelatihan.



H.  Kelebihan,
Kelebihan dari pelaksanaan kegiatan pelatihan pembuatan produk pengolahan dengan bahan dasar kulit pisang ini adalah:
·    Pembagian tugas terperinci dan jelas
·    Alat dan bahan yang digunakan memadai
·    Pemateri memiliki kemampuan dan pengalaman dalam menyampaikan materi pelatihan  
  -  Kemampuan pengelolaan keuangan yang baik
 - Survey pendahuluan yang dilakukan oleh ketua tim, langsung menyentuh 
    keseluruhan atau representasi anggota masyarakat untuk mengikuti  
    kegiatan tersebut.
 - Pada saat pelatihan dilaksanakan, masyarakat begitu antusias mengikuti            pelatihan tersebut. terutama dalam kegiatan praktek pengolahan,  
masyarakat begitu bersemangat  untuk melihat dan turut serta  berpartisipasi melakukan pengolahan.

Kekurangan :

 -   Dana yang tersedia sangat terbatas. 
 -   Waktu pelaksanaan terbatas sehingga hanya mampu membuat beberapa kerajinan pelepas pisang.





Hambatan:
 Lokasi kegiatan jauh dan tidak dapat melalui jalan darat  
 Transportasi hanya melalui air dengan alat transportasi Longboat
 
BAB IV  
KESIMPULAN DAN SARAN


A.  Kesimpulan
Berdasarkan uraian pada pembahasan laporan ini, maka dapat disimpulkan beberapa hal yaitu:
·    Kegiatan secara umum berjalan dengan lancar, karena seluruh tahapan pelaksanaan kegiatan dari pra perencanaan sampai evaluasi pelatihan dilaksanakan dengan baik.
·    Jumlah anggaran yang terbatas dapat dikelola dengan baik sehingga tidak menjadi masalah dalam pelatihan.
·    Pembagian tugas dalam tim jelas sehingga setiap anggota tim memiliki tugas dan
tanggung jawab yang jelas dalam pelaksanaannya dan berdasarkan kompetensi yang dimiliki.
·    Antusiasme dan partisipasi peserta sangat baik dan sangat tertarik dengan kegiatan
tersebut.





B.  Saran 
Beberapa saran yang disampaikan baik bagi anggotan tim adalah sebagai berikut:    Survey pendahuluan yang dilakukan sebaiknya dilakukan lebih komperhensif, terutama terkait dengan karakter anggota kelompok sebenarnya. ·          
 Penggunaan waktu yang disediakan lebih baik, sehingga beberapa kegiatan penting dapat terlaksana secara maksimal.
 
 
























 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar